Hi, it's been 4 days since i came home. 1 week ago i came to Takengon, Aceh Tengah. it was really great that I felt those days were like dream. actually...before i went there i'm a bit scared. why? karena aku tidak begitu kenal dengan keluarga ayah disana. di tambah lagi ak juga ga hafal nama-nama mereka. no, bukan nya aku sama sekali ga tahu, tapi karena sepupu ku sudah banyak yang menikah..aku tidak ingat sama sekali nama2 suam/istri sepupu2 ku. boro-boro namanya. wajahnya pun walaupun sudah bertemu, nanti lupa lagi. gatau kenapa. i'm really bad at remembering faces and names. i'm really sorry. dan parahnya lagi, selama ini..setengah pikiran ku terbagi ke arah yang buruk mengenai mereka. tapi setelah menginap beberapa hari bersama mereka, aku jadi punya pandangan baru. apa jadi nya kalau aku kemarin menolak ajakan nenek ku untuk ikut ke Aceh?
mungkin aku tidak akan pernah terpikirkan hal seperti: "bagaimana rasanya tidak bertemu saudara kandung sendiri selama bertahun-tahun lamanya?" | "bagaimana rasanya jika kita tidak bisa berbagi momen menggembirakan/menyedihkan dengan saudara kandung sendiri karena dia punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan diluar pulau sana?" | "jangan-jangan selama ini kami terlalu sombong bahkan gapeduli sama saudara sendiri" | "jangan mentang2 tinggal jauh sekali dari mereka lantas kita menutup semuanya. mereka bukan orang lain, mereka bahkan saudara yang hubungan darahnya dekat.." | "apa iya segitu susahnya pulang?" dannnnnn masih banyak lagi
entah kemarin aku kenapa, mungkin terlalu sensi. rasanya ingin menangis jika membayangkan posisi mereka disana, dan aku juga bingung membayangkan posisi ayah disini. entah, semua serba...memiliki pemakluman. maklum fasilitas disana blabla, lapangan pekerjaan blabla. maklum di kota blabla, urusan nya juga blabla. apa benar-benar gaada jalan tengah? mungkin yang disana berpikir kita terlalu sibuk, namanya juga di kota..namun setiap saat mereka sangat rindu, kangen dan ingin berkomunikasi secara intens seperti waktu mereka kecil-kecil dulu. sedangkan disini berpikir kenapa mereka tidak bertindak cepat atau selalu bergantung padahal mampu blablabla..namun mungkin sebenarnya ayah seringkali merencanakan ulang kembali jadwalnya agar semua peran yang ia jalani disini terlaksana dengan baik dan tidak mengecewakan yang di sini maupun yang di sana
pelan-pelan aku mulai paham dan berusaha ga terlalu memihak dulu. tapi yang jelas, akrab nya mereka disana bikin iri. pake banget. bikin mikir: "keluarga besar memang harusnya seperti ini". rasanya aku ga akan berpikir lagi jika nanti ada kesempatan berikutnya ke sana. I will definitely say "yes"-- kalo waktunya memungkinkan :') hehe
sekian
Comments
Post a Comment