apa ada yang pencet tombol 'forward' ya di remot kontrol waktu? kayaknya semua nya berjalan cepet banget. aku jadi ga punya kesempatan untuk mengingat-ingat apa yang sudah aku dapat, tapi aneh nya aku ga bisa lupa semua scene yang pernah kejadian. di tengah-tengah jalan aku malah kehilangan semangat. padahal aku sudah punya peta. peta yang mungkin lebih cocok di sebut rencana untuk kedepan. dan aku ngga ada minat untuk merubahnya (kalo sedikit mungkin). hampir 11 tahun aku menghabiskan hampir semua waktu ku untuk duduk di depan meja kayu yang tidak terlalu lebar, bersama-sama 39 teman-teman ku yang lainnya. dan ngga cuma itu kejadian nya. masih banyak,banyak banget-banget. aku mungkin sudah terlanjur nyaman dengan kursi yang berderit itu. dan aku juga enggan membereskan semua buku-buku, pensil, pulpen, spidol, dan lain-lainnya dari meja ku. jika diberi pilihan, aku mau jadi pelajar untuk beberapa tahun lagi, atau mungkin lebih lama lagi? kata orang, perjalanan ku masih sangat panjang, bahkan aku belum menyongsong selangkah pun dari perjalanan itu. aku tahu, sangat tahu tentang itu, tapi aku belum melakukan persiapan apa-apa. ini kayak, kamu bakal pergi mendaki gunung untuk beberapa jam yang akan datang, tapi tas ransel mu belum di kasih asupan apa-apa. belum satu pun. bagaimana bisa memastikan semua barang akan terbawa sebelum waktu nya? dan tentu saja menunda semua bukan salah satu pilihan yang akan dijatuhkan, iya kan? yaa kira-kira begitu deh sekarang jadinya. tapi aku ngga mau begini terus. aku sudah seharusnya menyiapkan alat-alat pendakian ku sendiri, sebab aku tahu medan apa yang akan aku daki :)
selamat sore, hari ini hujan nya deras ya? aku di depan monitor, mengetik dan sebenarnya belum tahu apa yang akan ku rencanakan beberapa jam setelah ini. akhir-akhir ini aku sering kepikiran tentang yang random-random. aku sudah duduk di bangku SMA hampir 2 tahun lamanya. dan aku merasa tidak ada yang berubah semenjak aku SMP. bukan mereka, tapi aku. aku tidak merasakan perubahan apa-apa di umur yang sudah mencapai 17 tahun. dalam dan luar tidak ada beda nya seperti saat aku duduk dibangku SMP. hampir semua orang bilang aku terlihat seperti anak kelas X, bahkan tak jarang bila yg belum mengenalku, mereka kira aku siswi SMP. sebenarnya aku tidak keberatan di kira begitu, tapi lama-lama sedih juga. terperangkap di badan yang seperti ini, kadang mempengaruhi otak ku juga dalam mengambil tindakan. misalnya, pola pikirku yang masih sangat simple, dan sama sekali tidak dewasa. aku kadang iri dengan teman-teman ku yang dapat berdiri sendiri, menguasai pikiran dan tindakan nya serta berani ber...
Comments
Post a Comment