Skip to main content

Beliau ternyata...seorang Arsitek

aku hidup selama 17 tahun lamanya, 6 tahun lamanya mengenyam bangku Sekolah Dasar, 3 tahun lamanya menyelesaikan pendidikan di SMP, dan hampir genap 2 tahun lamanya di gembleng dalam pendidikan SMA...

tapi kenapa ngga ada yang ngasih tahu aku kalo..... Soekarno itu seorang Arsitek!!??? *ganyante*

kawan, inilah akibat kelamaan di dalem kamar mandi..ketinggalan zaman jadinya -_-
semenjak SD, aku sudah di bekali dengan pelajaran sejarah, dan sampe aku masuk kelas IPA pun, pelajaran ini masih eksis di jadwal pelajaran ku tiap minggu. tapi, bukunya ngga pernah ngasih tahu tentang pendidikan yang dijalani Sang Proklamator dan Presiden pertama Indonesia ini. dan waktu itu aku sempet iseng nyari nama-nama Arsitek dari dalam negeri di google, dan dari hasil pencarian, Ir.Soekarno salah satunya. dan aku baru tahu juga kenapa ia bergelar "Ir" (Insinyur) -___-
teman-temin pasti bosen kan denger cerita tentang Soekarno dari sudut pandang cerita sejarah? nah kali ini kita ngobrolin Beliau dari sudut pandang profesinya sebagai Arsitek yuk! :)

Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo yang berprofesi sebagai seorang guru di Surabaya, Jawa Timur. Ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Buleleng, Bali. 


Sekitar tahun 1914, Soekarno lulus Sekolah Dasar Bumi Putera di Mojokerto yang kemudian dilanjutkan ke Sekolah Dasar Belanda dan mendapatkan ijazah calon pegawai negeri rendahan. Setelah itu, Soekarno melanjutkan pendidikannya ke HBS (Hoogere Burger School), Surabaya.
Selepas lulus HBS tahun 1920, Soekarno berangkat ke Bandung untuk melanjutkan di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Pada tahun 1926 atau ketika berumur 25 tahun, Soekarno berhasil menyelesaikan kuliahnya dan berhak menggunakan gelar Civile Ingeniuer (Insinyur Sipil).


Setelah lulus kuliah, Soekarno dan rekannya, Anwari, mendirikan Biro Insinyur Soekarno dan Anwari pada tahun 1928. Kemudian pada Agustus 1932, Ia mendirikan Biro Insinyur Soekarno & Roosseno. Biro itu memberikan jasa perencanaan dan juga menjadi pemborong. Mula-mula biro itu berkantor di Jalan Banceuy Nomor 18, Bandung. Kemudian pindah ke gedung di Jalan Dalem Kaum, Bandung. 
Soekarno yang merupakan sarjana lulusan teknik sipil, mendapatkan kemampuan merancang secara otodidak. Semasa kuliah, ia mendapat bimbingan dari Profesor CP Wolff Schoemaker dalam mata kuliah Menggambar Arsitektur. Ia juga sempat magang sebagai juru gambar di biro arsitek milik sang profesor. Pada masa magang inilah, Soekarno diberikan kesempatan mengembangkan desain paviliun Hotel Preanger yang sedang direnovasi.


Pada tahun 1926-1945, selain paviliun Grand Hotel Preanger, karya arsitektur Soekarno dapat dijumpai pada beberapa rumah di sekitar Jl. Gatot Subroto, Jl Palasari, dan Jl. Dewi Sartika, Bandung. Sedangkan salah satu rancangan tata ruang kota karya Soekarno pada tahun 1945-1950 adalah rancangan skema Kota Palangkaraya yang digagas tahun 1957. Pada periode ini ditemukan juga tugu monumental sebagai bagian tata ruang kota seperti Tugu Proklamasi Jakarta, Tugu Muda Semarang, Tugu Alun-Alun Bunder Malang, Tugu Pahlawan Surabaya serta gagasan Tugu Monumen Nasional Jakarta. 

Pada 27 Januari 1962, Soekarno dianugerahi gelar doktor oleh almamaternya (ITB). Ada enam jasa Soekarno yang dianggap membuat dia layak diberi gelar doctor honoris causa. Pertama, pembangunan Gedung Pola, tempat mempertontonkan Cetak Biru Pembangunan Semesta Berencana kepada masyarakat. Garis besar fungsi bangunan itu dirancang oleh Soekarno dan diwujudkan oleh arsitek Friedrich Silaban. 


Kedua, pembangunan kompleks Asian Games, kompleks olahraga terbagus di Asia pada masa itu. Kemudian pembangunan Hotel Indonesia, pembuatan Jalan Jakarta-Bypass, serta pembangunan Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional. Lalu dibangunlah Hotel Indonesia di Jakarta, Hotel Ambarukmo di Yogyakarta, Samudera Beach Hotel di Pelabuhan Ratu, dan Bali Beach Hotel di Pantai Sanur, Bali. Juga Tugu Selamat Datang dan Monumen Nasional. Untuk menyongsong Asian Games, dibangun kompleks Gelanggang Olahraga Senayan, yang juga dinamakan Gelora Bung Karno. 

nah kan, Beliau ngga cuma menekuni bidang politik melulu, tapi Beliau juga jago dalam merancang bangunan :D seneng deh kalo tahu presiden pertama kita adalah seorang Arsitek. nanti aku juga mau ah jadi arsitek yang bisa memajukan Indonesia! :D


Comments

Popular posts from this blog

belakangan ini

selamat sore, hari ini hujan nya deras ya? aku di depan monitor, mengetik dan sebenarnya belum tahu apa yang akan ku rencanakan beberapa jam setelah ini. akhir-akhir ini aku sering kepikiran tentang yang random-random. aku sudah duduk di bangku SMA hampir 2 tahun lamanya. dan aku merasa tidak ada yang berubah semenjak aku SMP. bukan mereka, tapi aku. aku tidak merasakan perubahan apa-apa di umur yang sudah mencapai 17 tahun. dalam dan luar tidak ada beda nya seperti saat aku duduk dibangku SMP. hampir semua orang bilang aku terlihat seperti anak kelas X, bahkan tak jarang bila yg belum mengenalku, mereka kira aku siswi SMP. sebenarnya aku tidak keberatan di kira begitu, tapi lama-lama sedih juga. terperangkap di badan yang seperti ini, kadang mempengaruhi otak ku juga dalam mengambil tindakan. misalnya, pola pikirku yang masih sangat simple, dan sama sekali tidak dewasa. aku kadang iri dengan teman-teman ku yang dapat berdiri sendiri, menguasai pikiran dan tindakan nya serta berani ber...

in the middle of deadlines...

i still have some time to read some manga and then... i found this guy, hee. i love his character, even it..too mainstream character. but the mangaka was really know how to draw him. maybe that's the reason why i like him :)) here's some his picture: have de javu when see him? me too. but i feel like seeing Near from Death Note. maybe when he grow up, he will look like him. aah, i forgot one thing. his name is Hinata Tokura, from Stardust Wink manga :)

2013

2013 menyisakan 6 hari nya lagi untuk dihabiskan. kalo inget bulan-bulan lalu kayaknya banyak banget kejadian-kejadian, entah itu enak apa ngga enak. apa aja ya? -januari: kayaknya ini bulan paling aman damai sentosa karena masih liburan. -februari: ini masih sama sih, cuma udah mulai balik lagi ke tembalang karena ada kegiatan ukm sama persiapan pameran ekskursi. masih lumayan santai lah.. -maret: awal semester baru, kegiatan juga masih ngga banyak, gitu-gitu aja -april: udah mulai banyak tugas, latihan perform Archquake, latian pentas lepas, dan jadi partisipan di hari tari internasional. ohiya dibulan ini kayaknya ada insiden motoran sambil ngantuk itu. cukup sekali itu aja ya~ -_- -mei : puncak-puncaknya ngumpulin tugas, pentas lepas, dan evaluasi akhir perform Archquake. superrr ribet nya bulan ini T_T -juni : akhirnya Archquake! mungkin kalo diurutin ini acara paling seru sepanjang tahun ini. kapan lagi bisa tampil di panggung yang sama bareng-bareng seangk...