selamat sore, selamat berlibur bagi yg berlibur di minggu iniiii :D *yg punya blog mau pamer ceritanya kalo besok dia libur selama 10 hari* hihihi.. udah lama banget ngga nge-post, maklum sibuk.. *gegayaan* oke, sore ini, kita bakal ngobrol-ngobrol tentang: rumah.
Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur, beraktivitas, dll. <--- (dikutip dari wikipedia)
rumah mau gimana bentuknya, dr daon atau dari bambu, yg penting kita menyebutnya "nyaman". mau bersih mengkilap sampe ngga keliatan saking beningnya, atau kotor kayak kapal pecah yang berhantu juga, yg penting kita suka. rumah ngga tergantung pd bahan material penyusunnya atau pengisi nya. rumah itu 'fleksibel'. <--- (dikutip dari si empunya blog :P)
menurutku, tempat paling nyaman adalah rumah. kalo aku di kasih tinggal di hotel selama berbulan2, pasti aku bakal balik lagi ke rumah. kalo aku di kasih trip keliling dunia selama bertahun2, aku pasti balik lagi ke rumah. rumah jadi seperti ada magnetnya. sejauh-jauh aku pergi, pasti aku kangen rumah. selama 17 tahun aku tinggal di rumah, bersama kedua orangtua ku, dan kedua kakak ku, berkumpul, ngobrol, nonton tv, tidur, sarapan, makan malam. merayakan hari raya,merayakan ulang tahun, atau ritual tahun baru. sebenarnya tak banyak yang kami bisa lakukan bersama, tp aku masih sangat bersyukur pada-Nya.
sekarang rumah ku sedang ada tahap renovasi besar2an. bentuk rumahnya, isi rumahnya, semua di bongkar secara bertahap. aku sangaaat senang karena udh lama ngga ada perubahan di rumah, hehe. tapi aku masih kepikiran dengan kata-kata kakak ku yg agak menyesali renovasi rumah kali ini.
"kita ngga selamanya tinggal di rumah terus nanti."
susunan huruf-huruf ini yang bikin aku kepikiran. aku, apalagi kakak2ku, semuanya sdh bertambah tua. kami bukan putra/putri kecil lagi di rumah. kami tumbuh dewasa. tapi kenapa aku baru sadar sekarang? ngga pernah terbersit secuilpun, kalau nanti aku dan kakak2ku akan meninggalkan rumah, entah kemana. aku malah lantas berpikir, rumah jadi bagus, semua senang, dan kami jadi lebih senang di banding sebelumnya sampai seterusnya. aku melanjutkan sekolah ku, lalu aku pulang ke rumah seperti biasa, lalu yg lain menyusul pulang sampai semua berkumpul lagi, begitu seterusnya.
tapi setelah kupikir lagi, ayah dan ibu juga demikian. jadi sebenarnya ini kejadian berulang-ulang, dan kita dapat menyebutnya: siklus. kawan, apa kalian pernah merayakan pelepasan/perpisahan sekolah? waktu itu kamu dan mereka bukan keluarga, tp seperti merasa kehilangan, ya kan? tapi kasus ini dalam keluarga asli, bakal bagaimana rasanya?
semua orang pasti punya lembar yg baru lagi supaya hidupnya bisa berlanjut, dan semua orang punya hak sendiri untuk "nulis" apa di lembar baru itu. sedikit yang sadar kalo pola cerita hidup itu sebernarnya agak sama, namun kita manusia ngga akan bosan mengulanginya.

Comments
Post a Comment